Disiarkan oleh Staing.ac.id – Artikel seputar contoh soal matematika kelas 4 bab KPK dan FPB bisa anda temukan disini. Belajar matematika tentang Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) seringkali menjadi tantangan bagi siswa kelas 4. Namun, dengan latihan soal yang tepat, konsep ini bisa dikuasai dengan mudah. Artikel ini menyajikan sepuluh contoh soal matematika kelas 4 bab KPK dan FPB yang dirancang untuk tahun 2026.
Setiap soal dilengkapi dengan pembahasan langkah demi langkah agar siswa dapat memahami cara penyelesaiannya. Materi ini sangat penting karena menjadi dasar untuk pelajaran matematika di tingkat selanjutnya. Mari kita mulai latihan dengan soal-soal yang bervariasi, mulai dari yang sederhana hingga soal cerita.
Memahami Konsep Dasar KPK dan FPB
Sebelum mengerjakan soal, penting untuk mengingat kembali pengertian KPK dan FPB. KPK adalah bilangan terkecil yang habis dibagi oleh dua bilangan atau lebih, sedangkan FPB adalah bilangan terbesar yang dapat membagi dua bilangan atau lebih. Dengan memahami perbedaan ini, siswa akan lebih mudah mengerjakan latihan soal FPB dan KPK kelas 4.
Kedua konsep ini sering muncul dalam soal matematika KPK dan FPB yang membutuhkan pemfaktoran bilangan. Metode faktorisasi prima menjadi cara paling umum untuk menyelesaikan soal-soal tersebut. Pastikan siswa sudah hafal perkalian dasar agar proses pemfaktoran berjalan lancar.
Kumpulan Soal KPK dan FPB Kelas 4
Soal 1: Menentukan KPK dari 4 dan 6
Tentukan KPK dari bilangan 4 dan 6. Langkah pertama adalah menuliskan faktorisasi prima dari kedua bilangan. Faktorisasi prima 4 adalah 2 x 2, sedangkan 6 adalah 2 x 3.
KPK diperoleh dengan mengalikan semua faktor prima yang berbeda dengan pangkat tertinggi. Hasilnya adalah 2 pangkat 2 dikali 3, yaitu 12. Jadi, KPK dari 4 dan 6 adalah 12.
Soal 2: Menentukan FPB dari 12 dan 18
Hitunglah FPB dari bilangan 12 dan 18. Faktorisasi prima 12 adalah 2 pangkat 2 dikali 3, sedangkan 18 adalah 2 dikali 3 pangkat 2. FPB diperoleh dengan mengalikan faktor prima yang sama dengan pangkat terendah.
Faktor yang sama adalah 2 dan 3, dengan pangkat terendah masing-masing 1. Hasil perkaliannya adalah 2 x 3 = 6. Maka, FPB dari 12 dan 18 adalah 6. Contoh soal cerita KPK dan FPB sering menggunakan konsep ini untuk masalah sehari-hari.
Soal 3: Soal Cerita KPK tentang Lampu
Lampu A menyala setiap 3 detik, lampu B setiap 4 detik, dan lampu C setiap 6 detik. Jika ketiga lampu menyala bersamaan pada pukul 08.00, kapan mereka akan menyala bersamaan lagi? Soal ini membutuhkan perhitungan KPK dari 3, 4, dan 6.
Faktorisasi prima 3 adalah 3, 4 adalah 2 pangkat 2, dan 6 adalah 2 x 3. KPK-nya adalah 2 pangkat 2 dikali 3, yaitu 12 detik. Jadi, lampu akan menyala bersamaan lagi pada pukul 08.00.12. Soal matematika FPB KPK kelas 5 sering memiliki tingkat kesulitan serupa.
Soal 4: Soal Cerita FPB tentang Pembagian Kue
Ibu memiliki 24 kue cokelat dan 36 kue keju. Ia ingin membagi kue ke dalam beberapa piring dengan jumlah sama banyak. Berapa jumlah piring terbanyak yang bisa digunakan? Soal ini adalah contoh penerapan FPB dalam kehidupan nyata.
FPB dari 24 dan 36 adalah 12. Artinya, ibu dapat menggunakan maksimal 12 piring, dengan setiap piring berisi 2 kue cokelat dan 3 kue keju. Soal KPK dan FPB kelas 6 sering mengadopsi model cerita seperti ini untuk menguji pemahaman siswa.
Soal 5: KPK dari 8 dan 10
Tentukan KPK dari 8 dan 10. Faktorisasi prima 8 adalah 2 pangkat 3, sedangkan 10 adalah 2 x 5. KPK dihitung dengan mengambil 2 pangkat 3 dan 5, sehingga hasilnya 40.

Jadi, KPK dari 8 dan 10 adalah 40. Soal seperti ini sering muncul dalam gambar soal KPK dan FPB di buku pelajaran. Pastikan siswa tidak keliru dengan FPB yang hasilnya lebih kecil.
Soal 6: FPB dari 30 dan 45
Hitung FPB dari 30 dan 45. Faktorisasi prima 30 adalah 2 x 3 x 5, sedangkan 45 adalah 3 pangkat 2 dikali 5. Faktor prima yang sama adalah 3 dan 5, dengan pangkat terendah 1.
Hasil FPB-nya adalah 3 x 5 = 15. Soal KPK FPB kelas 7 biasanya sudah melibatkan tiga bilangan atau lebih, tetapi konsep dasarnya tetap sama. Latihan terus-menerus akan membuat siswa semakin mahir.
Soal 7: Soal Cerita KPK tentang Jadwal Les
Ani les matematika setiap 4 hari sekali, Budi les setiap 6 hari sekali, dan Cici les setiap 8 hari sekali. Jika mereka les bersama pada tanggal 1 Maret 2026, kapan mereka akan les bersama lagi? Soal ini membutuhkan KPK dari 4, 6, dan 8.
KPK dari 4, 6, dan 8 adalah 24. Jadi, mereka akan les bersama lagi pada tanggal 25 Maret 2026. Soal stan soal cerita KPK dan FPB sering menggunakan konteks jadwal seperti ini untuk menguji logika siswa.
Soal 8: FPB dari 42 dan 56
Tentukan FPB dari 42 dan 56. Faktorisasi prima 42 adalah 2 x 3 x 7, sedangkan 56 adalah 2 pangkat 3 dikali 7. Faktor yang sama adalah 2 dan 7, dengan pangkat terendah 1.
Hasil FPB-nya adalah 2 x 7 = 14. Soal matematika KPK dan FPB scribd sering menyediakan variasi soal seperti ini untuk latihan mandiri. Siswa disarankan mengerjakan tanpa melihat kunci jawaban terlebih dahulu.
Soal 9: KPK dari 9 dan 12
Hitung KPK dari 9 dan 12. Faktorisasi prima 9 adalah 3 pangkat 2, sedangkan 12 adalah 2 pangkat 2 dikali 3. KPK diambil dari 2 pangkat 2 dan 3 pangkat 2, yaitu 36.
Jadi, KPK dari 9 dan 12 adalah 36. Soal ini sering dijadikan contoh di kelas karena perbedaan pangkatnya jelas. Memahami langkah pemfaktoran sangat penting agar tidak terjadi kesalahan.
Soal 10: Soal Cerita FPB tentang Bunga
Seorang pedagang memiliki 48 bunga mawar dan 60 bunga melati. Ia ingin membuat buket bunga dengan jumlah setiap jenis sama banyak. Berapa buket terbanyak yang dapat dibuat? Soal ini membutuhkan FPB dari 48 dan 60.
FPB dari 48 dan 60 adalah 12. Pedagang dapat membuat maksimal 12 buket, dengan setiap buket berisi 4 mawar dan 5 melati. Soal KPK dan FPB kelas 4 biasanya mencakup angka-angka kecil seperti ini untuk memudahkan pemahaman awal.
Kesimpulan
Menguasai KPK dan FPB membutuhkan latihan yang konsisten dan pemahaman konsep yang kuat. Sepuluh contoh soal matematika kelas 4 bab KPK dan FPB di atas diharapkan dapat membantu siswa belajar secara mandiri. Orang tua dan guru juga bisa menggunakan soal-soal ini sebagai bahan ajar tambahan.
Jangan lupa untuk selalu memeriksa kembali hasil perhitungan dengan cara yang berbeda. Dengan sering berlatih, siswa akan semakin percaya diri menghadapi ujian matematika. Selamat belajar dan semoga sukses!








Leave a Reply